Mungkin
banyak diantara kita yang maseh binggung dengan arti sebuah ketulusan
dan sebuah pengorbanan atau mungkin malah sebaliknya. Mungkin apa yang
akan saya jabarkan dibawah ini bisa menambahkan referensi anda tentang
arti dari sebuah ketulusan dan sebuah pengorbanan.
Menurut
kamus umum bahasa indonesia ketulusan yang memiliki kata dasarnya
“tulus” berarti sungguh dan bersih hati (benar-benar keluar dari hati
yang suci), jujur, tidak pura-pura, tidak serong, tulus hati, tulus
iklas, tidak punya tedensi yang lain, tidak ada rasa ingin memiliki
sementara ketulusan memiliki arti kesungguhan dan kebersihan hati.
Sedangkan pengorbanan dengan kata dasarnya “korban” bermakna pemberian
untuk menyatakan kebaktian, kesetian, dan sebagainya kemudian
pengorbanan itu sendiri di artikan sebagai proses, cara, atau perbuatan
mengorbankan.
Menurut
saya, ketulusan itu sebenarnya berbicara tentang keiklasan seseorang
dalam melakukan sesuatu. Sedangkan pengorbanan itu berbicara lebih
kepada perwujudan nyatanya atau dengan kata lain suatu pembuktian nyata
dari suatu ketulusan hatinya. Ketulusan dan pengorbanan itu adalah 2
kata yang tidak dapat terpisahkan di dalam dunia nyata, dengan kata
lain dimana ada ketulusan pasti disitu akan ada sebuah pengorbanan.
Namun kebanyakan yang sering terjadi bahwa ketulusan yang diikuti oleh
sebuah pengorbanan itu bisa membuat seseorang sedih, sakit hati atau
malah kehilangan nyawanya meski pun melakukannya dengan keiklasan hati
seperti yang terjadi di dalam kisah cerita romeo dan juliet tapi bagi
saya tiada suatu pengorbanan pun yang akan sia-sia dan menyakitkan
apabila kita tulus mela
kukannya.
kukannya.
Mungkin
kebanyakan dari kita mengira bahwa ketulusan dan pengorbanan itu hanya
terjadi dalam kisah-kisah percintaan sepasang kekasih seperti seorang
pria yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan hati seorang wanita
dan banyak lagi kisah-kisah yang seperti itu. Sebenarnya ketulusan dan
pengorbanan itu tidak hanya terjadi dalam kisah-kisah romantisme
percintaan sepasang kekasih saja. Akan tetapi ketulusan dan pengorbanan
itu bisa terjadi di dalam kisah apa saja. Sebagai contoh, apabila kita
melakukan aktivitas kita setiap harinya atau pekerjaan kita dimana pun
itu dengan hati yang iklas maka kita harus iklas atau rela juga
kehilangan saat-saat yang berharga atau pun kejadian penting yang tidak
akan mungkin bisa terulang lagi dengan keluarga, sahabat, atau pun
temen-teman kita. Misalnya seperti ketika seorang ayah yang tak bisa
melihat anaknya berbicara untuk pertama kali karena pada saat itu
sedang ada dikantornya atau seorang ayah yang tidak bisa melihat di
saat anaknya wisuda karena tidak mendapatkan cuti dari pekerjaannya
untuk melakukan perjalanan ketempat ananknya wisuda yang kebetulan
lokasinya berjauhan dengan tempat tinggalnya, atau seorang Polisi/TNI
yang rela meninggalkan keluarganya menuju medan pertempuran demi suatu
tugas yang diberikan negara kepadanya yang harus dilakukannya, bahkan
dia rela kehilangan nyawanya demi tugas itu. Masih banyak lagi
contoh-contoh yang lainnya sebagai perwujudan dari sebuah ketulusan dan
pengorbanan seseorang yang mungkin selama ini kita tidak menyadari.
Menurut saya itu adalah perwujudan dari suatu ketulusan seseorang
terhadap apa yang dia lakukan meskipun terkadang di hati kecilnya dia
sedih dengan pengorbanannya. Kita sering menyebutnya resiko dalam
sebuah pekerjaan akan tetapi bagi saya itu lah perwujudan ketulusan
seseorang beserta pengorbanannya. Seharusnya kita harus bangga apabila
kita masih bisa melakukan suatu pengorbanan dengan ketulusan hati dan
juga patut menghargai pengorbanan orang lain kepada kita karena saat
sekarang ini belum tentu pengorbanan itu dilakukan berdasarkan
ketulusan hatinya dengan kata lain pengorbanan itu dilakukan demi
egoisme pribadi. Apapun itu menurut saya semuanya itu tergantung
bagaimana kita mengartikan suatu pengorbanan itu. Mungkin kita berfikir
bahwa apa yang dilakukannya tidak berarti sama sekali bagi kita atau
justru malah menyakitkan hati kita, akan tetapi belum tentu itu juga
dirasakan oleh orang lain atau orang yang melakukannya. Karena
terkadang sifat egois telah menutup mata kita dalam melihat arti dari
sebuah ketulusan dan pengorbanan seseorang. Dan bagi saya pengorbanan
yang dilakukan dengan ketulusan hati adalah suatu anugrah yang
diberikan oleh yang maha kuasa.
“Tiada
suatu pengorbanan pun yang sia-sia atau pun menyedihkan karena
sesungguhnya orang yang tidak dapat melihat arti dari sebuah ketulusan
dan pengorbanan itulah, termasuk kedalam orang yang paling menyedihkan
dan tidak pantas untuk mendapatkan ketulusan dan pengorbanan itu

smoga yang baca ini bsa sadar akan arti pegnorbanan
BalasHapus